🌸🌷Ketika Aisyah Tak Diberi Segelas Air Putih Oleh Rasulullah🌸🌷

Posted on Updated on

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang suami yang sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan amat menghormati mereka.

Namun, ketika berselisih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melibatkan emosi. Ketika sedang marah kepada Aisyah, Beliau berkata, “Tutuplah matamu!”

Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.”

Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah. Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata,

“Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’,” (HR Ibnu Sunni).

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perjalanan jihad fisabilillah diiringi para sahabat. Sementara itu di pintu gerbang kota Madinah, Aisyah r.a menunggu dengan rasa rindu.

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di tengah kota Madinah. Aisyah r.a bahagia menyambut suami tercinta. Tiba di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat melepas lelah.

Aisyah di belakang rumah sibuk membuat minuman untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata: “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu, Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.

Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda: “Saling Berpesanlah kalian untuk memperlakukan Wanita dengan Baik,

Karena sesungguhnya Wanita itu Diciptakan dari Tulang Rusuk, Dan Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian Atasnya,

Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, Niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok, Karenanya saling Berpesanlah (saling menasihati) Berkenan dengan Wanita,” (HR. Bukhari dan Muslim)

🌸🌺🌸🌺

Malaikat Bertanya

Posted on Updated on

Malaikat bijak datang kepada seorang manusia

👼 : “Saudara, kenapa engkau tidak bahagia?”

👦 : “Saya merasa bingung mengapa saya miskin terus ?”

👼 : “Miskin ?
kamu bukannya kaya?”

👦 : “Gimana bisa Anda katakan kalo saya kaya?
Dari mana Anda menilainya?”

👼 : “Kalo sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 50 juta, apa kamu mau?”

👦 : “Hmm.. Ngga mau”

👼 : “Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau ?”

👦 : “Hmm.. Ngga mau”

👼 : “Kalo sepasang matamu buta, aku beri 10 milliar, mau ?”

👦 :” Ngga mau”

👼 : “Kalo aku jadikan engkau menjadi kakek berumur 80 tahun sakit-sakitan, aku beri 100 milliar, mau?”

👦 : “Ngga mau”

👼 : “Kalo sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu 1 Trilliun, mau?”

👦 : “Ngga mau”

👼 : “Hahaha.. Berarti benar kan kalo kamu sudah memiliki kekayaan tak terhingga ?
Di dalam hatimu, kenapa masih mengeluh miskin ?”

Orang itu tiba-tiba speechless tanpa kata-kata dan tiba-tiba mengerti apa arti KEKAYAAN.

🔘 Karena HIDUP adalah WAKTU yang dipinjamkan.

🔘 dan HARTA adalah ANUGERAH yang dipercayakan…

🌀 BERSYUKUR atas Nafas yang masih kita miliki,

🌀 BERSYUKUR atas tubuh yang masih kita miliki.

🌀 BERSYUKUR atas Kesehatan yang masih kita miliki,

🌀 BERSYUKUR atas Keluarga yang masih kita miliki,

🌀 BERSYUKUR atas Teman & Sahabat yang masih kita miliki

🌀 BERSYUKUR atas Pekerjaan yang masih kita miliki

*Mari kita sadari bahwa kita selalu DIBERI YANG TERBAIK…*

*BERSYUKUR….*
*BERSYUKUR….*
*BERSYUKUR….*

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH
AL – FAATIHAH !

Test Kesehatan Kita

Posted on Updated on

Dapat artikel, mudah2an bukan hoak.

Ini info dari Prof Muchalal Guru Besar Kimia UGM. Mudah2an bermanfaat…

*AYO KITA COBA, UTK MENGETAHUI KONDISI FISIK KITA SAAT INI*
dan semoga bisa lebih mensyukuri NIKMAT kesehatan yg diberikan ILLAHI ROBBI….

*Tes Sederhana Untuk Menunjukkan Apakah Kita Sehat.*

Performa harian seseorang dapat menunjukkan seberapa sehat orang tersebut, sama halnya dengan tes darah atau scan otak. Ada tiga jenis tes performa sederhana yang bisa menunjukkan seberapa sehat kita.

1. *Dapatkah Anda berdiri satu kaki dengan seimbang?*

Cobalah berdiri di atas satu kaki dengan mata terbuka selama 60 detik. Jika pada detik ke 20 Anda sudah merasa goyah, mungkin artinya Anda berisiko mengalami gangguan kerja otak beberapa tahun mendatang.

Sebuah penelitian di Jepang mengungkapkan, 30 persen orang dewasa yang tidak bisa berdiri dengan satu kaki selama 60 detik, ternyata menderita pendarahan mikro di otaknya. Pendarahan kecil ini hanya bisa dilihat dengan tes MRI dan merupakan *indikasi awal dari stroke atau kepikunan (dementia)*

2. *Dapatkah Anda langsung berdiri dari posisi duduk di kursi?*

Lalu lagi, berdiri lagi, sebanyak 10 kali tanpa jeda. Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menemukan, orang dewasa yang mampu melakukan gerakan duduk di kursi kemudian berdiri, sebanyak 10 kali dalam waktu 21 detik atau kurang, memiliki derajat kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan dibanding yg membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan gerakan tersebut.

*Gerakan ini memerlukan kekuatan otot tubuh bagian bawah, keseimbangan, koordinasi dan kemampuan kardio (jantung) yang baik.*

Para peneliti percaya, ketidakmampuan melakukan gerakan sederhana ini, menandakan adanya penyakit yang gejala jelasnya belum muncul. Dan jenis penyakit itu bisa bermacam-macam. Mungkin sakit otot atau persendian, atau mungkin juga penyakit kardiovaskular.

3. *Dapatkah Anda menyentuh ujung jari-jari kaki Anda?*

Cobalah duduk bersandar di dinding, dengan kedua kaki diluruskan di lantai. Bungkukkan tubuh dan ulurkan kedua tangan untuk menyentuh ujung jari-jemari kaki Anda. Jika jarak antara jari tangan dengan jari kaki Anda terpisah jauh, atau dengan kata lain Anda sulit menggapai ujung jari kaki, berarti Anda berisiko terkena penyakit kardiovaskular seperti darah tinggi, stroke, atau jantung.

Dengan menggunakan tes ini, para peneliti di University of North Texas menemukan bahwa tubuh yang fleksibel adalah cerminan pembuluh darah yang juga fleksibel. Atau sebaliknya, orang yang tidak fleksibel (salah satu tandanya adalah tidak dapat menyentuh ujung jari kaki mereka) memiliki arteri yang kaku atau kurang elastis dibanding mereka yang bertubuh lebih lentur.

*Arteri yang tidak elastis, berarti jantung harus bekerja lebih keras memompa darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.*

Kekakuan pembuluh arteri bisa disebabkan oleh racun di dalam rokok, terlalu banyak penyumbatan lemak jenuh atau kurang aktivitas fisik.

*Jika hasil salah satu, dua atau ketiga tes Anda mengecewakan, berarti pola hidup Anda sebaiknya diubah.*
Ini memang nasihat klasik, tapi akan terus berlaku selamanya utk itu jaga berat badan ideal, kurangi gula, sodium dan lemak jenuh, perbanyak makan serat dari sumber yang segar serta aktif secara fisik dan sosial.

*Selamat mencoba*

Kisah Penghafal Qur’an dan Tumor Otak

Posted on Updated on

Sebuah kisah dari perjalanan Aminah Al-Mi’thowi yang mencengangkan, dia bertutur, “Aku adalah wanita yang dulu kuduga bahwa diriku sudah meninggal sebelum lahir, karena aku menghadapi beberapa musibah yang beragam dalam hidupku. Sesuatu yang tidak terbayangkan dalam benakku.

Namun. Alhamudillah, keyakinanku pada Allah semakin kuat. Saat aku binggung memaknai kehidupan sekelilingku, aku berserah diri kepada-Nya. Aku dulu berpenyakit tumor otak. Tidak terlalu buruk, tapi penyakit itu mengerikan. Biarpun penanganan terus-menerus dan teratur, tapi tidak ada tanda-tanda baik selama empat tahun. Namun secara internal, aku yakin bahwa Allah tidak mengujiku dengan penyakit melainkan untuk memberiku sesuatu yang luhur lagi agung dan mengampuni dosa-dosaku. Jadi, ujian itu ada pelajaran yang tidak kita ketahui hikmahnya.

Terakhir kalinya aku mengunjungi dokter, mataku merasakan dunia tampak gelap disebabkan akhir pemvonisan. Kabar yang selamanya tidak menyenangkan. Lalu aku putuskan untuk menghafal Al-Qur’an. Mulanya bukan untuk kesembuhanku, tapi niatku menghafalnya sebelum mati, karena awalnya aku merasa ajalku telah dekat. Aku memulai hafalan sendiri. Kadang-kadang aku bersungguh-sungguh, namun kadang pula semangatku melemah. Karena aku yakin memayahkan otak dengan hafalan bisa menambah ganas penyakit. Dan dengan cepat, aku tidak melewati beberapa juz yang terpisah. Aku memuji Allah siang-malam karenanya. Sampai aku menghafal surat Al-Baqarah sepenuhnya. Demi Allah, perasaanku tidak bisa di utarakan. Dan kebahagiaanku sangat besar dengan menyelesaikannya. Perasaan senangku melupakan penyakitku, sekalipun aku juga sibuk dengan membantu ayah dan ibu.

Dari momen itu, aku mulai menghafal. Tapi keinginan untuk tidur selalu menyerangku, paling banter aku tidur hampir 16 jam sehari. Namun aku khawatir waktuku akan habis percuma. Maka aku berserah diri kepada Allah. Segenap diriku yakin akan terjauh dari setan. Dan aku mengalahkannya dengan memperbanyak wudlu’. Memang wudlu adalah stimulant yang mengagumkan. Aku banyak bergerak, pantang mundur, aku tetap menghafal dan tetap meminta bantuan Allah dengan shalat dan istighfar. Ketika aku membaca firman-Nya yang artinya :“Berkata Musa, “Itulah mereka sedang menyusuliku dan aku bersegera kepada-Mu ya Tuhanku, agar supaya engkau ridla (kepadaku)” (Thaha:84). Tangisku tiba-tiba mengucur deras, merasa dalam waktu dekat aku akan mati. Karena itu, aku harus menghafal Al-Qur’an sampai bertemu Allah dengan kitab-Nya, mudah-mudahan dia mengampuniku.

 Aku sempurnakan perjalanan hafalan, berpindah dari halaman ke halaman dan dari baris ke baris. Pada saat yang bersamaan melawan rasa sakit, melawan bisikan setan dan nafsuku sendiri.

Tapi dengan apa aku akan menghadap Allah?. Aku mengharap penolong, aku inginkan penghibur dalam kuburku. Kubur itu sunyi. Jika semangatku melemah, dengan cara apa aku berbakti kepada kedua orangtuaku, aku berharap memuliakan mereka di hari kiamat dengan mahkota, bukankah mereka juga memperhatikan sakitku ini, sakit yang aku derita?. Begitulah aku juga selalu teringat dengan perkataan malaikat nanti padaku, “Bacalah dan naiklah.” Maka tinggi dan luhurlah niatku menghafal Al-Qur’an.

Aku dalam peperangan kompetisi, sampai akhirnya aku down dan dunia terasa gelap, aku merasa tidak mungkin menghafal Al-Qur’an karena sakitku. Hampir saja aku meninggalkan amalan mulia ini. Namun yang sulit bagaimana aku membantu ibu dan bapakku?. Aku menangis panjang di keheningan malam. Lalu aku membaca Al-Qur’an, hingga akhirnya mataku tertuju pada firman Allah yang artinya :“Dan sesungguhnya telah kami jadikan kapal itu sendiri sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?.” (Al-Qomar:15). Demi Allah, seakan-akan aku baru pertama kali membacanya. Allahu Akbar. Allah telah menanggungku dengan mudah menghafal. Lalu kenapa aku tidak minta pertolongan-Nya dan memperbaharui tekadku?. “Demi Allah, aku tidak akan menghadap Allah melainkan kitab-Nya sudah ada dihatiku.”

Aku sempurnakan perjalanan hafalan, hari-hari berlalu, sedang aku bersungguh-sungguh, sampai akhirnya datang malam khataman. Aku putuskan untuk tidak tidur sebelum menghafal.. aku berwudlu, lalu shalat dua raka’at, dan mulai menghafal. Dan pada malam itu dengan karunia-Nya, Allahu Akbar, Allah membuka pintu hatiku lebar-lebar. Aku menghafal dengan puncak konsentrasi dan kebahagiaan. Sampai aku mencapai kemuliaan hafalan..

Dan Akhirnya, tampak olehku surat an-Nas, Alhamdulillah, ya Allah akhirnya aku sampai, disini aku mengucurkan air mata yang belum pernah terasa manis sebelumnya. Lalu aku menangis dari relung hati yang terdalam. Aku telah hafal Al-Qur’an sebagaimana orang yang diajukan untuk mendengar di depan malaikat dan pemimpin orang-orang syahid. Kematian terbayang olehku terasa dekat.

Dengan khatam ini, aku merasa seperti baru di lahirkan, Apa, kelahiran !! segala puji bagi Allah yang maha mampu atas segala sesuatu. Dan ketika menghendaki suatu perkara, dia katakan padanya, “Jadilah!.” Maka terjadilah”. Ketika itu aku merasa ajal mendekat. Tetapi perasaanku tidak seperti dulu lagi. Sekarang aku merasa senang, karena akan bertemu dengan-Nya sedang aku telah menghafal kitab-Nya.

Selang beberapa hari, aku pergi mengobservasi analisa tumor. Dan aku dalam keadaan bersiap-siap menerima musibah. Namun, aku ditimpa shock yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dokter keluar mengabari hasil analisis. Namun, di sana hanya ada hal yang terindikasi trouble.Ruang hasil analisa tampak kacau balau. Dokter tampak tercengang, mereka berkumpul untuk menguatkan apa yang dilihat pada sinar-X. Aku duduk sambil berdo’a, “Ya Allah, selamatkanlah musibahku. Dan gantilah dengan yang lebih baik.”

Menit berlalu bagaikan tahun. Aku merasa down saat dokter mulai mengabari hasilnya. Dan aku terperanjat shock saat dokter bilang, “Subhanallah, engkau sudah sembuh sempurna dengan proporsi 70% !!!. Allahu Akbar.. Allahu Akbar Allahu Akbar. Ya Allah, alangkah agungnya berita ini, aku yang mengharap kemajuan hanya 1%, seketika itu menangis dengan tangisan yang belum pernah kulakukan sebelumnya dalam hidupku. Maha benar firman-Nya.

Dalam Al-Qur’an ada penyembuh bagi manusia. “maka jangan berputus asa dari rahmat-Nya. Setiap yang Dia tulis pada kita adalah rahmat dan belas kasih-Nya.(herangmanah.blogspot.com)

That Everybody is OK

Posted on Updated on

Kisah yg sungguh menginspirasi.
Pagi ini saya mendapat kiriman di salah satu grup WA. Sangat sederhana tapi dalam maknanya. Saya lalu bercermin, andai saja sang guru di tulisan itu saya….

Seorang guru bahasa arab pengganti memasuki ruangan kelas di sebuah Madrasah Ibtidaiyyah . Ia menggantikan guru pelajaran itu sampai akhir semester ini . Ia memulai pembelajaran dikelas itu , ketika ia bertanya pada seorang murid laki2 yang duduk di bangku depan , ia bingung karena tiba2 suasana kelas menjadi riuh … murid2 lain tertawa tanpa sebab . Karena sudah kenyang dengan pengalaman mengajar , ia faham betul , pastilah ada sesuatu yang ditertawakan oleh2 anak2 dikelas itu pada diri anak laki2 yang ditanya olehnya tadi .Setelah diselidiki ternyata anak laki2 itu dikenal sebagai murid yang paling bodoh di kelas itu … teman2 nya begitu meremehkan nya sehingga sering mengolok2 dan mentertawakannya .

Suatu hari seusai pelajaran ia memanggil murid yang dianggap bodoh itu setelah seluruh teman2 nya pulang , ia berkata sambil memberikan secarik kertas : ” hafalkan baik2 bait2 syair yang ada di kertas ini … harus hafal betul dan ingat jangan engkau beritahukan kepada teman2 mu … siapapun !” . Murid itu mengangguk patuh .

Seminggu kemudian , guru menyampaikan pelajaran baru dikelas itu, ia menulis syair di papan tulis .. menerangkannya dan membacakannya berulang2 , setelah itu ia berkata ; ” nah sekarang siapa yang hafal bait2 syair ini ?? ” tanyanya sambil perlahan ia menghapus tulisan syair itu di papan tulis … tak seorang muridpun mengangkat tangan … kecuali murid yang dikenal bodoh oleh teman2 nya itu , perlahan malu2 ia berdiri dan menghafalkan bait2 syair itu … hafalan yang lancar sekali … teman2 nya yang biasa mengolok2 dan mentertawakan,semua terkejut dan terdiam … Guru itu memujinya dan menyuruh teman2 nya untuk bertepuk tangan menghormatinya …

Demikianlah …. berulang kali guru bahasa arab ini memberikan kertas hafalan2 kepada simurid bodoh itu … tertawaan dan cemoohan teman2nya kini berubah menjadi kekaguman padanya . Hal ini mendorong perubahan besar pada jiwa si murid itu . Ia mulai percaya diri dan meyakini bahwa dia tidak lah bodoh … ia merasa mampu untuk bersaing dengan teman2 sekelasnya .. perubahan ini mendorongnya untuk semangat dan bersungguh2 belajar di semua mata pelajaran .

Ketika ujian akhir tiba … murid ini berhasil lulus untuk setiap mata pelajaran … dengan nilai yang sangat memuaskan … si murid bodoh itu kini sedang mengejar gelar doktor di sebuah universitas ternama di kotanya .

Kisah ini dia tulis di sebuah koran sebagai pujian untuk gurunya … sebagai doa agar gurunya itu beroleh pahala dari ALLAH dan kebaikan karena jasa2 nya ….

Saudaraku … manusia yang mempergauli kita ada 2 jenisnya …

Yang 1 jenis manusia yang membuka jalan kebaikan menutup jalan keburukan …manusia jenis ini akan selalu memberi kita harapan, optimisme , menolong , melapangkan dst dst ….

Yang ke 2 jenis manusia yang membuka jalan keburukan menutup jalan kebaikan … manusia jenis ini akan selalu memutus harapan dan cita2 dari kita … ia selalu menebar duri dan kerikil di jalan yang akan kita lalui … pesimisme … putus asa … dst dst ….

Semoga kita mampu mengambil hikmahnya ….nafa’ani wa iyyakum

” Papa, Tolong Kembalikan Tangan Ita, Ita Janji Tak Akan Nakal Lagi “

Posted on Updated on

Untuk para orang tua yang anaknya rada nakal, jangan dipukul yah. Tolong baca kisah nyata yang menyentuh hati ini, cerita tentang Ita yang memohon papanya untuk kembalikan tangannya.
 
Sebagai orang tua kita patut menghalangi perbuatan pasangan untuk memukul sang buah hati. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dengan cara memukul bukanlah cara terbaik.
 
Inilah kisah nyata itu:

    Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, gadis kecil berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

    Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

    Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

    Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena jalan macet. Setelah sang anak mencoret penuh sisi yang sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikuti imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

    Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.

    Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

    Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

    Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup keras memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

    Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

    Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam…” jawap pembantunya ringkas.”Kasih minum obat penurun panas ,” jawab si ibu.

    Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Memasuki hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik” kata majikannya itu.

    Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.
    “Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.

    “Tangannya sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.

    Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak.

    Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.

    Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

    “Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

    “Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis itu meraung histeris.

    “Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji nggak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang.

    Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

Pelajaran berharga buat para orang tua, anak nakal itu biasa, kalau anak kecil terluka, berilah perhatian sendiri dan jangan bergantung pada pembantu yang pendidikannya lebih terbatas.
Penyesalan SELALU datang terlambat,..

Sedekah Kreatif

Posted on Updated on

🍚🍗🍤🍖 Siapkan nasi bungkus dari rumah. Berikan ke orang yang kira2 membutuhkan seperti pedagang kecil, pengemis, orang gila, pengamen, anak terlantar dll. Nggak usah banyak2 misal 1 bungkus setiap harinya.

🚿🛁🛀 Laundry/cucikan Mukena secara berkala musholla yg ada di sekitar lingkungan kita.

👘👰👘 Berkala beli Mukena baru, misal 3 bln sekali. Malu dong sama Allah pake itu-itu melulu, yang lama disedekahkan.

🎁🎁🎁 Bawa Mukena ketika akan berpergian. Tinggalkan di masjid/ musholla yg kita singgahi.

👚👕👔 Beli kamper/pengharum baju. Taruh di kumpulan mukena di masjid/musholla yg kita singgahi

🎁🎁🎁 Bungkus perlengkapan shalat (Mukena, sarung, sajadah, kopiah, Al Qur’an jadikan parcel ketika lebaran. Berikan ke satpam komplek atau tukang kebersihan komplek atau office boy dikantor.
InsyaAllah pahalanya mengalir.

👟👞👡 Beli beberapa pasang sandal cepit, taruh di kantor, musholla atau masjid untuk digunakan ketika berwudhu.

🚿🛁🚿 Beli perlengkapan untuk membersihkan toilet, juga pengharum ruangan, dan berikan secara berkala ke masjid2.

👳👦👳 Bagi yang shalat Jum’at, datang 15 menit lebih awal. Bantu bersih2 dan beres2.

🍶🍼🍶 Kumpulkan botol minuman plastik/botol bekas shampoo dll, setelah banyak berikan ke pemulung.

🍸🍹🍷 Kalau beli minum dalam kemasan, kalau ada sisa bawa pulang. Airnya bisa disedekahkan untuk tanaman (sedekah alam), dan wadahnya dikumpulkan, kl sdh banyak dikasihkan pemulung..

🐦🐧🐦🐧 Beli beberapa burung yang murah saja, lepaskan ke alam bebas.

🐯🐯🐯 Beli makanan mpus siap saji flm toples, taruh di tas. Ketika di jalan ketemu kucing liar, berikan.

🍶🍼🍶 Beli barang diskonan di supermarket agak banyak. Misal detergent, minyak goreng, sabun, buku tulis, pulpen kemudian bungkus cantik hadiahkan ke panti asuhan atau rumah singgah.

🙅🙅🙅 Jangan nawar ke pedagang kecil, kalo bisa justru kasih lebih.

📎📰🔧Beli tissue atau keperluan yg sederhana di pedagang kecil yg kita jumpai, misal tissue 2000 rupiah, ikat rambut atau peniti sudah cukup bikin mereka senang.

🍟🍤🍛🍧 Ketika makan di kaki lima ada pengemis atau anak terlantar, beliin mereka seporsi seperti yg kita makan..

🍰🎂🍫🍞 Siapa yg suka jualan makanan kecil di kantor? Gratisin buat yg buka puasa. Kebayang jkan gorengan 2000 bisa bikin kita masuk surga. In syaa Allah.

🍰🎂🍫🍞 Ada pembangunan masjid? Bisa bikin gorengan? Berikan beberapa ke pekerja.

🙋🙋🙋 Selalu siap jika dimintai tolong tenaga, jika sedekah materi belum bisa kita lakukan.

🚕🚋🚍💴 Bayarlah lebih ketika naik angkot yang supirnya kakek2 atau bapak tua.

💴💰💷 Kasih tips lebih buat ibu/abang ojek online kalo kira2 jaraknya jauh dan juga kondisi mereka yg kira2 memprihatinkan (tua misalnya).

💴🚍🚖 Ketika di bis/ angkot. Bayarin nenek-kakek yg keliatan kurang mampu atau suami istri yg buta.

🍷🍹🍸 Pas bulan Ramadan. Diperkirakan buka puasa diperjalanan. Angkot, bis, kereta, busway etc. Siapkan beberapa air mineral (gelas) pas adzan bagi2.
Kebayang beli 5000 aja udah dapat 10, Kita dapat 10 pahala beri minuman orang berbuka. Insya Allah.

✈🚗🚙🚀 Tawarkan temen kita yang searah, Jika kita bawa kendaraan.

🏰🏩🏰 Pada saat di perjalanan bersama keluarga mampir di toilet masjid biasakan anak laki2 diberi tugas bersihin toilet dan tempat wudhu.

🚲🐥🐸🚀 Rutin mensortir mainan anak2! kita. Buy 1 give 1. Ketika beli mainan baru harus ada 1 mainan yang disedekahkan ke temannya atau panti asuhan.

📝📄📃 Share status ini semoga jadi salah satu timbangan amal jariyah kita nanti. Aamiin YRA..

Semoga menginspirasi 💪😉😇

Mulai dari hal yg terlihat sepele, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang..

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang2 yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap2 bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
[QS. AL BAQARAH 2:261]

Buat yang sudah nge-share saya ucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza.
Kebayang satu orang di antara kita menjalankan ini setiap harinya berapa banyak masalah sosial bisa teratasi … plus pahala yang bisa kita raih .. Aamiin .. 😊