Month: September 2016

Renungan: TAK SEMUANYA UNTUKMU

Posted on Updated on

Hari ini ada kejadian luar biasa. Saya bisa duduk di kereta yang saya naiki dari Bogor.

Yang luar biasa bukan saya. Yang luar biasa adalah keretanya. Di luar kebiasaan agak telat datang dari dipo. Di luar kebiasaan pintunya berhenti tepat di depan saya berdiri.

Tapi entah mengapa, karena luar biasa, jadi ada rasa aneh yang tidak biasa.

Kenapa saya bisa duduk? Biasanya tidak. Pasti ada skenario Allah yang indah.

Pertanyaan tersebut terus hadir diiringi keyakinan akan ada sesuatu namun tak tahu itu apa.

Lalu jawabannya hadir pada satu stasiun setelah Bogor.

Jawabannya ada pada seorang ibu dan anak yang naik di stasiun Cilebut dan tidak mengarah ke bangku prioritas. Dia mengarah ke diriku dengan pandangan yang seakan berkata “ini jawaban atas pertanyaanmu”.

Ya, Allah lah yang membuat aku duduk untuk kemudian membagi rezeki tersebut kepada ibu dan anaknya.

Tak semuanya untukmu..

Apa yang ada pada dirimu, apa yang kau rasakan, apa yang kau miliki memang sepenuhnya bukan milikmu..

Ketika kau memiliki pekerjaan yang lebih baik dibandingkan rekanmu yang lain, artinya ada tuntutan prestasi yang harus kau berikan dibanding rekanmu yang lain.

Ketika jabatanmu lebih baik dibandingkan yang lain, artinya ada kontribusi yang harus kau lakukan dibanding rekanmu yang lain.

Ketika begitu banyak harta dan kesenangan yang Allah titipkan kepadamu, artinya ada bagian yang banyak juga untuk para anak yatim dan fakir miskin.

Ketika gelar akademikmu lebih banyak dibandingkan yang lain, artinya ada ilmu yang harus kau bagi kepada yang lain agar ilmu tetap hidup dan bermanfaat.

Dan ketika buah hatimu lebih banyak dibanding yang lain, artinya lebih banyak waktu yang harus kau beri untuk menyayangi dan mendidik mereka

Tak semuanya untukmu..

Bahkan ketiadaan yang ada padamu pun tak semuanya untukmu..

Ketika jabatanmu belum setinggi yang lain, artinya ada rizki orang lain yang lebih sesuai dan dibutuhkan melalui jabatan tersebut.

Ketika kau menaiki kendaraan umum karena Allah belum titipkan kendaraan pribadi untukmu, artinya ada rizkimu yang menjadi bagian rizki supir angkot, tukang ojek atau tukang becak.

Ketika rizkimu tak begitu cukup untuk makan di restoran mewah, artinya ada rizkimu yang menjadi bagian para pemilik warteg dan pedagang kaki lima yang sangat berharap dengan kedatanganmu diwarungnya.

Ketika kau tak bisa belanja bulanan di supermarket yang lengkap karena rizkimu tidak bulanan, artinya ada pedagang kelontong sekitarmu yang mengharapkan sebagian dari rizki harian yang kau dapatkan.

Ketika buah hati tiada hadir bertahun-tahun, artinya ada rizki, perhatian dan kasih sayang yang menjadi bagian saudara2mu atau mungkin anak2 jalanan yang sedang kau bina.

Tak semuanya untukmu..

Karena pada hakikatnya semua itu adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan. Dari mana kau dapatkan dan untuk apa kau habiskan..

Mari menjalani Hari ini dg rasa syukur

Sumber: Sosmed

Advertisements

HUKUMAN YANG TIDAK TERASA

Posted on Updated on

Seorang murid mengadu kepada gurunya:
“Ustadz, betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita”.

Sang Guru menjawab dengan tenang:
“Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak terasa”.

“Sesungguhnya salah satu hukuman Allah yang terbesar yang bisa menimpamu wahai anakku, ialah: Sedikitnya taufiq (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal amal kebaikan”

Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar dari *”kekerasan hatinya dan kematian hatinya”*.

Sebagai contoh:
Sadarkah engkau, bahwa Allah telah *mencabut darimu rasa bahagia dan senang* dengan munajat kepadaNya, merendahkan diri kepadaNya, menyungkurkan diri di harapannya..?

Sadarkah engkau *tidak diberikan rasa khusyu’* dalam shalat..?

Sadarkah engkau, bahwa beberapa hari2 mu telah berlalu dari hidupmu, tanpa membaca Al-Qur’an, padahal engkau mengetahui firman Allah:
“Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini ke gunung, niscaya engkau melihatnya tunduk, retak, karena takut kepada Allah”.

Tapi engkau tidak tersentuh dengan Ayat Ayat Al-Qur’an, seakan engkau tidak mendengarnya…

Sadarkah engkau, telah berlalu beberapa malam yang panjang sedang engkau tidak melakukan Qiyamullail di hadapan Allah, walaupun terkadang engkau begadang…

Sadarkah engkau, bahwa telah berlalu atasmu musim musim kebaikan seperti: Ramadhan.. Enam hari di bulan Syawwal.. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dst.. tapi engkau belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya..??

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari itu..???
Tidakkah engkau merasakan beratnya mengamalkan banyak ketaatan (amal ibadah)..???

Tidakkah Allah menahan lidahmu untuk berdzikir, beristighfar dan berdo’a kepadanya..???

Tidakkah terkadang engkau merasakan bahwa engkau lemah di hadapan hawa nafsu..???

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari semua ini..???

Sadarkah engkau, yang mudah bagimu berghibah, mengadu domba, berdusta, memandang ke yang haram..???

Sadarkah engkau, bahwa Allah membuatmu lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesarmu dan ilmu tertinggi..???

Semua bentuk pembiaran ini dengan berbagai bentuknya ini, hanyalah beberapa bentuk hukuman Allah kepadamu, sedang engkau menyadarinya, atau tidak menyadarinya…

Karena hukuman yang paling ringan* dari Allah terhadap hambaNya ialah:
“Hukuman yang terasa” pada harta, atau anak, atau kesehatan.

Sesungguhnya *hukuman terberat* ialah: “Hukuman yang tidak terasa” pada kematian hati, lalu ia tidak merasakan nikmatnya ketaatan, dan tidak merasakan sakitnya dosa.

Karena itu *Perbanyaklah di sela sela harimu, amalan taubat dan istighfar, semoga Allah menghidupkan hatimu…*

(Diterjemahkan dari Taushiyah Syaikh Abdullah Al-‘Aidan di Masjidil Haram)

Taujih Maknawi: SABAR

Posted on Updated on

Suatu hari, Rosululloh SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. 
Ketika sedang bercengkrama dg Rosululloh, tiba2 datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. 
Makian, kata2 kotor keluar dari mulut orang itu. 
Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. 
Ia melanjutkan perbincangannya dg Rosululloh. 

Melihat hal ini, Rosululloh tersenyum. 
Semakin marahlah orang Arab Badui tsb.
Untuk ke 3 X nya, ia mencerca Abu Bakar dg makian yg lebih menyakitkan dari sebelumnya…
Selaku manusia biasa, akhirnya, dibalaslah makian orang Arab Badui tsb dg makian pula.
Maka terjadilah ‘Perang Mulut’.

Seketika itu, Rosululloh beranjak dari tempat duduknya. 
Beliau meninggalkan Abu Bakar ‘Tanpa Mengucapkan Salam’.
Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. 

Dikejarnya Rosululloh yg sudah sampai di halaman rumahnya. 
Kemudian Abu Bakar berkata :
“Wahai Rosululloh, janganlah Engkau biarkan aku dalam kebingungan yg sangat dalam.
Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku…”

Rosululloh menjawab, 
“Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dg membawa kemarahan, memfitnahmu lalu mencelamu, kulihat engkau tenang, diam dan engkau tidak membalas. Aku bangga melihat engkau orang yg kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian. Dan aku tersenyum karena Ribuan MALAIKAT turun di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun untukmu, kepada ALLOH SWT.”

Begitu pun yg ke 2 X, ketika ia mencela serta memfitnahmu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya.
Oleh sebab itu, aku tersenyum.

Namun…
Ketika ke 3 X ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.
Hadirlah iblis di sisimu.
Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu.
Aku tidak ingin berdekatan dengan iblis , dan aku pun enggan memberi salam kepada iblis.”

Setelah itu menangislah Abu Bakar… 

*****
Saudara-riku tercinta… 

Sabar itu memang “sakit” dan “perih”. 
Namun Alloh mengasihi dan selalu menyertai orang yg SABAR. 

Alloh Ta’ala berfirman :

‘ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ 
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ 

“Wahai orang-orang yang beriman… Minta tolonglah kepada Alloh dengan *’SABAR’* dan *’SHALAT’*. 
Sesungguhnya Alloh itu selalu menyertai orang2  yang *”SABAR”* (QS. Al-Baqarah, 2:153)

Bagi orang sabar maka *PAHALA* yg didapat adalah *”TANPA BATAS….”*

Di pintu Surga Malaikat menyambut orang2 yg sabar dg mengucapkan “SALAAMUN ‘ALAIKUM BIMAA SHABARTUM…”
(Semoga keselamatan selalu terlimpah untukmu karena kesabaranmu…) 

Semoga ALLOH SWT memasukkan kita kedalam golongan orang2 yg sabar… 

Taujih Maknawi: ISTIGHFAR

Posted on Updated on

توجيه معنوي

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan:
💟💎

Tidaklah hati seorang hamba selalu beristighfar melainkan akan disucikan.
.

Bila ia lemah, maka akan dikuatkan .
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
.

Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya. .
Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
.

Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan.
. .
“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS.al-Anfal: 33)
📚🎬📝

Ibnu Katsir -rahimahullah – berkata :
.
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istigfar,
maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.
.

Maka apa lagi yang kau tunggu…?
(Perbanyaklah istigfar….)
📲🕰🌺
Ibnul Qayyim – rahimahullah – mengatakan, .
“Bila engkau ingin berdo’a,
.
sementara waktu yang kau miliki begitu sempit, padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan, maka jadikan seluruh isi do’amu istighfar, agar Allah memaafkanmu.
.
Karena bila Allah memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya. .
😭☔
Ya Allah.. .
Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Mencintai Kemaafan, .
maka ampunilah kami.

Bantu kami dalam mengingatMu, memohon ampunanMu💎🏬

Hidup ini

Posted on Updated on

Mudah2an bisa menginspirasi…

* Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja.

* Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: “Sudah penuh?”

* Audiens menjawab: “Sdh penuh”.

* Ooooo tunggu……Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: “Sdh penuh?”

* Audiens mjwb: “Sdh penuh”.

* Kemudian sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya.

* Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu.

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
🌹”Hidup kita kapasitasnya terbatas spt toples. Masing2 dari kita berbeda ukuran toplesnya.”

🌹Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung-jawab thdp Tuhan, orang tua, istri/suami, anak2, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.

🌹Kelereng adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.

🌹Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.

🌹Jika kita isi hidup kita dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tdk akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

🌹Jika kita isi dgn mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dr hal2 yg besar dan penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.

Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali”.

* Lalu sang guru bertanya: “Adakah di antara kalian yg mau bertanya?”

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.

* Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: “Apa arti secangkir air kopi yg dituangkan tadi …..?”

* Sang guru besar menjawab sbg penutup: “Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bisa disempurnakan dgn bersilaturahim sambil “minum kopi”… dgn saudara, tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama !!”

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan… betapa indahnya hidup ini…

Selamat pagi..dan selamat beraktifitas..😊😀😎

Persiapan Pensiun

Posted on Updated on

“`Alkisah Seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya
bekerja ikut pemborong.
.
Ia pun bermaksud mengajukan pensiun
karena ingin memiliki banyak waktu
untuk keluarganya.
.
Si Pemborong berkata,
“Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu
satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun.
.
Si tukang bangunan segera membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.
.
Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat..
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.
.
Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
“Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku.”
.
Terkejutlah tukang bangunan itu, ada rasa sesal kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu, dikerjakannya secara asal-asalan..
.
Saudaraku..
Ibadah yang kita kerjakan
di dunia ini, tak lain adalah ‘rumah’ yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.
.
Jangan sampai kelak kita menyesal
karena kita menempati rumah  yang kita bangun asal-asalan.
*.. Selamat beraktifitas….. Dan jadikan hidupmu berarti.. “`

Wallohu a’lam bissawab 🙏

Thalab Ilmu Syar’i: TIPS KETIKA MARAH

Posted on

💧Disaat Anda marah, dan emosi meluap dan tak kunjung reda, ingatlah bimbingan Rasulullah  َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم dalam menghadapinya. Diantaranya adalah:

⛈ 1- marah itu dari setan, maka mohonlah perlindungan diri kepada Allah  َّعَزَّ وَجَل ketika marah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah  َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم bersabda ketika menjelaskan tentang keadaan orang yang sedang marah:

” إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً، لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ”

💧💧”Sesungguhnya Aku mengetahui sebuah kalimat, yang kalau seandainya dia mengucapkannya, niscaya akan sirna apa yang dia rasakan itu. Jika dia mengucapkan: Audzu billahi minasy syaithanir rajiim”.
(Muttafaq Alaihi dari sahabat Sulaiman Bin Shurad رَضِيَ الله عَنْهُ )

🌦2- Diam dan tidak berbicara, sebab mengeluarkan ucapan disaat marah akan menyebabkan munculnya ucapan2 yang tidak terkontrol, dan bisa jadi dia mengeluarkan ucapan kufur dan syirik, dan yang semisalnya yang menyebabkan dia menyesal dikemudian hari. Rasulullah  َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم bersabda:

وَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

⚡ “Dan jika salah seorang kalian marah, maka hendaknya ia diam.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dari Ibnu Abbas  رَضِيَ الله عَنْهُ )

⛈ 3- Duduk ketika marah, jika masih terasa, maka berbaring. Sebab beraktifitas dalam kondisi marah, menyebabkan dia melakukan perbuatan yang sulit untuk dikontrol dan dikendalikan, bisa saja dia menzhalimi orang lain, memukul, bahkan membunuh. Rasulullah  َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم bersabda:

«إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ»

🌊”Apabila salah seorang kalian marah dalam keadaan dia berdiri, maka hendaknya ia duduk, apabila telah hilang kemarahannya maka hal itulah yang diinginkan, namun jika masih dalam keadaan marah, maka hendaknya dia berbaring.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud, dari Abu Dzar رَضِيَ الله عَنْهُ )

☔Semoga Tips nabawi ini bermanfaat bagi seorang muslim yang selalu dihinggapi penyakit amarah