Month: April 2017

🌸🌷Ketika Aisyah Tak Diberi Segelas Air Putih Oleh Rasulullah🌸🌷

Posted on Updated on

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang suami yang sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan amat menghormati mereka.

Namun, ketika berselisih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melibatkan emosi. Ketika sedang marah kepada Aisyah, Beliau berkata, “Tutuplah matamu!”

Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.”

Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah. Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata,

“Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’,” (HR Ibnu Sunni).

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perjalanan jihad fisabilillah diiringi para sahabat. Sementara itu di pintu gerbang kota Madinah, Aisyah r.a menunggu dengan rasa rindu.

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di tengah kota Madinah. Aisyah r.a bahagia menyambut suami tercinta. Tiba di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat melepas lelah.

Aisyah di belakang rumah sibuk membuat minuman untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata: “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu, Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.

Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda: “Saling Berpesanlah kalian untuk memperlakukan Wanita dengan Baik,

Karena sesungguhnya Wanita itu Diciptakan dari Tulang Rusuk, Dan Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian Atasnya,

Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, Niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok, Karenanya saling Berpesanlah (saling menasihati) Berkenan dengan Wanita,” (HR. Bukhari dan Muslim)

🌸🌺🌸🌺

Advertisements

Malaikat Bertanya

Posted on Updated on

Malaikat bijak datang kepada seorang manusia

👼 : “Saudara, kenapa engkau tidak bahagia?”

👦 : “Saya merasa bingung mengapa saya miskin terus ?”

👼 : “Miskin ?
kamu bukannya kaya?”

👦 : “Gimana bisa Anda katakan kalo saya kaya?
Dari mana Anda menilainya?”

👼 : “Kalo sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 50 juta, apa kamu mau?”

👦 : “Hmm.. Ngga mau”

👼 : “Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau ?”

👦 : “Hmm.. Ngga mau”

👼 : “Kalo sepasang matamu buta, aku beri 10 milliar, mau ?”

👦 :” Ngga mau”

👼 : “Kalo aku jadikan engkau menjadi kakek berumur 80 tahun sakit-sakitan, aku beri 100 milliar, mau?”

👦 : “Ngga mau”

👼 : “Kalo sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu 1 Trilliun, mau?”

👦 : “Ngga mau”

👼 : “Hahaha.. Berarti benar kan kalo kamu sudah memiliki kekayaan tak terhingga ?
Di dalam hatimu, kenapa masih mengeluh miskin ?”

Orang itu tiba-tiba speechless tanpa kata-kata dan tiba-tiba mengerti apa arti KEKAYAAN.

🔘 Karena HIDUP adalah WAKTU yang dipinjamkan.

🔘 dan HARTA adalah ANUGERAH yang dipercayakan…

🌀 BERSYUKUR atas Nafas yang masih kita miliki,

🌀 BERSYUKUR atas tubuh yang masih kita miliki.

🌀 BERSYUKUR atas Kesehatan yang masih kita miliki,

🌀 BERSYUKUR atas Keluarga yang masih kita miliki,

🌀 BERSYUKUR atas Teman & Sahabat yang masih kita miliki

🌀 BERSYUKUR atas Pekerjaan yang masih kita miliki

*Mari kita sadari bahwa kita selalu DIBERI YANG TERBAIK…*

*BERSYUKUR….*
*BERSYUKUR….*
*BERSYUKUR….*

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH
AL – FAATIHAH !

Test Kesehatan Kita

Posted on Updated on

Dapat artikel, mudah2an bukan hoak.

Ini info dari Prof Muchalal Guru Besar Kimia UGM. Mudah2an bermanfaat…

*AYO KITA COBA, UTK MENGETAHUI KONDISI FISIK KITA SAAT INI*
dan semoga bisa lebih mensyukuri NIKMAT kesehatan yg diberikan ILLAHI ROBBI….

*Tes Sederhana Untuk Menunjukkan Apakah Kita Sehat.*

Performa harian seseorang dapat menunjukkan seberapa sehat orang tersebut, sama halnya dengan tes darah atau scan otak. Ada tiga jenis tes performa sederhana yang bisa menunjukkan seberapa sehat kita.

1. *Dapatkah Anda berdiri satu kaki dengan seimbang?*

Cobalah berdiri di atas satu kaki dengan mata terbuka selama 60 detik. Jika pada detik ke 20 Anda sudah merasa goyah, mungkin artinya Anda berisiko mengalami gangguan kerja otak beberapa tahun mendatang.

Sebuah penelitian di Jepang mengungkapkan, 30 persen orang dewasa yang tidak bisa berdiri dengan satu kaki selama 60 detik, ternyata menderita pendarahan mikro di otaknya. Pendarahan kecil ini hanya bisa dilihat dengan tes MRI dan merupakan *indikasi awal dari stroke atau kepikunan (dementia)*

2. *Dapatkah Anda langsung berdiri dari posisi duduk di kursi?*

Lalu lagi, berdiri lagi, sebanyak 10 kali tanpa jeda. Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menemukan, orang dewasa yang mampu melakukan gerakan duduk di kursi kemudian berdiri, sebanyak 10 kali dalam waktu 21 detik atau kurang, memiliki derajat kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan dibanding yg membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan gerakan tersebut.

*Gerakan ini memerlukan kekuatan otot tubuh bagian bawah, keseimbangan, koordinasi dan kemampuan kardio (jantung) yang baik.*

Para peneliti percaya, ketidakmampuan melakukan gerakan sederhana ini, menandakan adanya penyakit yang gejala jelasnya belum muncul. Dan jenis penyakit itu bisa bermacam-macam. Mungkin sakit otot atau persendian, atau mungkin juga penyakit kardiovaskular.

3. *Dapatkah Anda menyentuh ujung jari-jari kaki Anda?*

Cobalah duduk bersandar di dinding, dengan kedua kaki diluruskan di lantai. Bungkukkan tubuh dan ulurkan kedua tangan untuk menyentuh ujung jari-jemari kaki Anda. Jika jarak antara jari tangan dengan jari kaki Anda terpisah jauh, atau dengan kata lain Anda sulit menggapai ujung jari kaki, berarti Anda berisiko terkena penyakit kardiovaskular seperti darah tinggi, stroke, atau jantung.

Dengan menggunakan tes ini, para peneliti di University of North Texas menemukan bahwa tubuh yang fleksibel adalah cerminan pembuluh darah yang juga fleksibel. Atau sebaliknya, orang yang tidak fleksibel (salah satu tandanya adalah tidak dapat menyentuh ujung jari kaki mereka) memiliki arteri yang kaku atau kurang elastis dibanding mereka yang bertubuh lebih lentur.

*Arteri yang tidak elastis, berarti jantung harus bekerja lebih keras memompa darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.*

Kekakuan pembuluh arteri bisa disebabkan oleh racun di dalam rokok, terlalu banyak penyumbatan lemak jenuh atau kurang aktivitas fisik.

*Jika hasil salah satu, dua atau ketiga tes Anda mengecewakan, berarti pola hidup Anda sebaiknya diubah.*
Ini memang nasihat klasik, tapi akan terus berlaku selamanya utk itu jaga berat badan ideal, kurangi gula, sodium dan lemak jenuh, perbanyak makan serat dari sumber yang segar serta aktif secara fisik dan sosial.

*Selamat mencoba*

Kisah Penghafal Qur’an dan Tumor Otak

Posted on Updated on

Sebuah kisah dari perjalanan Aminah Al-Mi’thowi yang mencengangkan, dia bertutur, “Aku adalah wanita yang dulu kuduga bahwa diriku sudah meninggal sebelum lahir, karena aku menghadapi beberapa musibah yang beragam dalam hidupku. Sesuatu yang tidak terbayangkan dalam benakku.

Namun. Alhamudillah, keyakinanku pada Allah semakin kuat. Saat aku binggung memaknai kehidupan sekelilingku, aku berserah diri kepada-Nya. Aku dulu berpenyakit tumor otak. Tidak terlalu buruk, tapi penyakit itu mengerikan. Biarpun penanganan terus-menerus dan teratur, tapi tidak ada tanda-tanda baik selama empat tahun. Namun secara internal, aku yakin bahwa Allah tidak mengujiku dengan penyakit melainkan untuk memberiku sesuatu yang luhur lagi agung dan mengampuni dosa-dosaku. Jadi, ujian itu ada pelajaran yang tidak kita ketahui hikmahnya.

Terakhir kalinya aku mengunjungi dokter, mataku merasakan dunia tampak gelap disebabkan akhir pemvonisan. Kabar yang selamanya tidak menyenangkan. Lalu aku putuskan untuk menghafal Al-Qur’an. Mulanya bukan untuk kesembuhanku, tapi niatku menghafalnya sebelum mati, karena awalnya aku merasa ajalku telah dekat. Aku memulai hafalan sendiri. Kadang-kadang aku bersungguh-sungguh, namun kadang pula semangatku melemah. Karena aku yakin memayahkan otak dengan hafalan bisa menambah ganas penyakit. Dan dengan cepat, aku tidak melewati beberapa juz yang terpisah. Aku memuji Allah siang-malam karenanya. Sampai aku menghafal surat Al-Baqarah sepenuhnya. Demi Allah, perasaanku tidak bisa di utarakan. Dan kebahagiaanku sangat besar dengan menyelesaikannya. Perasaan senangku melupakan penyakitku, sekalipun aku juga sibuk dengan membantu ayah dan ibu.

Dari momen itu, aku mulai menghafal. Tapi keinginan untuk tidur selalu menyerangku, paling banter aku tidur hampir 16 jam sehari. Namun aku khawatir waktuku akan habis percuma. Maka aku berserah diri kepada Allah. Segenap diriku yakin akan terjauh dari setan. Dan aku mengalahkannya dengan memperbanyak wudlu’. Memang wudlu adalah stimulant yang mengagumkan. Aku banyak bergerak, pantang mundur, aku tetap menghafal dan tetap meminta bantuan Allah dengan shalat dan istighfar. Ketika aku membaca firman-Nya yang artinya :“Berkata Musa, “Itulah mereka sedang menyusuliku dan aku bersegera kepada-Mu ya Tuhanku, agar supaya engkau ridla (kepadaku)” (Thaha:84). Tangisku tiba-tiba mengucur deras, merasa dalam waktu dekat aku akan mati. Karena itu, aku harus menghafal Al-Qur’an sampai bertemu Allah dengan kitab-Nya, mudah-mudahan dia mengampuniku.

 Aku sempurnakan perjalanan hafalan, berpindah dari halaman ke halaman dan dari baris ke baris. Pada saat yang bersamaan melawan rasa sakit, melawan bisikan setan dan nafsuku sendiri.

Tapi dengan apa aku akan menghadap Allah?. Aku mengharap penolong, aku inginkan penghibur dalam kuburku. Kubur itu sunyi. Jika semangatku melemah, dengan cara apa aku berbakti kepada kedua orangtuaku, aku berharap memuliakan mereka di hari kiamat dengan mahkota, bukankah mereka juga memperhatikan sakitku ini, sakit yang aku derita?. Begitulah aku juga selalu teringat dengan perkataan malaikat nanti padaku, “Bacalah dan naiklah.” Maka tinggi dan luhurlah niatku menghafal Al-Qur’an.

Aku dalam peperangan kompetisi, sampai akhirnya aku down dan dunia terasa gelap, aku merasa tidak mungkin menghafal Al-Qur’an karena sakitku. Hampir saja aku meninggalkan amalan mulia ini. Namun yang sulit bagaimana aku membantu ibu dan bapakku?. Aku menangis panjang di keheningan malam. Lalu aku membaca Al-Qur’an, hingga akhirnya mataku tertuju pada firman Allah yang artinya :“Dan sesungguhnya telah kami jadikan kapal itu sendiri sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?.” (Al-Qomar:15). Demi Allah, seakan-akan aku baru pertama kali membacanya. Allahu Akbar. Allah telah menanggungku dengan mudah menghafal. Lalu kenapa aku tidak minta pertolongan-Nya dan memperbaharui tekadku?. “Demi Allah, aku tidak akan menghadap Allah melainkan kitab-Nya sudah ada dihatiku.”

Aku sempurnakan perjalanan hafalan, hari-hari berlalu, sedang aku bersungguh-sungguh, sampai akhirnya datang malam khataman. Aku putuskan untuk tidak tidur sebelum menghafal.. aku berwudlu, lalu shalat dua raka’at, dan mulai menghafal. Dan pada malam itu dengan karunia-Nya, Allahu Akbar, Allah membuka pintu hatiku lebar-lebar. Aku menghafal dengan puncak konsentrasi dan kebahagiaan. Sampai aku mencapai kemuliaan hafalan..

Dan Akhirnya, tampak olehku surat an-Nas, Alhamdulillah, ya Allah akhirnya aku sampai, disini aku mengucurkan air mata yang belum pernah terasa manis sebelumnya. Lalu aku menangis dari relung hati yang terdalam. Aku telah hafal Al-Qur’an sebagaimana orang yang diajukan untuk mendengar di depan malaikat dan pemimpin orang-orang syahid. Kematian terbayang olehku terasa dekat.

Dengan khatam ini, aku merasa seperti baru di lahirkan, Apa, kelahiran !! segala puji bagi Allah yang maha mampu atas segala sesuatu. Dan ketika menghendaki suatu perkara, dia katakan padanya, “Jadilah!.” Maka terjadilah”. Ketika itu aku merasa ajal mendekat. Tetapi perasaanku tidak seperti dulu lagi. Sekarang aku merasa senang, karena akan bertemu dengan-Nya sedang aku telah menghafal kitab-Nya.

Selang beberapa hari, aku pergi mengobservasi analisa tumor. Dan aku dalam keadaan bersiap-siap menerima musibah. Namun, aku ditimpa shock yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dokter keluar mengabari hasil analisis. Namun, di sana hanya ada hal yang terindikasi trouble.Ruang hasil analisa tampak kacau balau. Dokter tampak tercengang, mereka berkumpul untuk menguatkan apa yang dilihat pada sinar-X. Aku duduk sambil berdo’a, “Ya Allah, selamatkanlah musibahku. Dan gantilah dengan yang lebih baik.”

Menit berlalu bagaikan tahun. Aku merasa down saat dokter mulai mengabari hasilnya. Dan aku terperanjat shock saat dokter bilang, “Subhanallah, engkau sudah sembuh sempurna dengan proporsi 70% !!!. Allahu Akbar.. Allahu Akbar Allahu Akbar. Ya Allah, alangkah agungnya berita ini, aku yang mengharap kemajuan hanya 1%, seketika itu menangis dengan tangisan yang belum pernah kulakukan sebelumnya dalam hidupku. Maha benar firman-Nya.

Dalam Al-Qur’an ada penyembuh bagi manusia. “maka jangan berputus asa dari rahmat-Nya. Setiap yang Dia tulis pada kita adalah rahmat dan belas kasih-Nya.(herangmanah.blogspot.com)