*Membuat Anakmu Sholat TANPA Debat

Posted on Updated on

“Bagaimana Membuat Anak2 Anda Sholat dengan
Kesadaran Mereka Sendiri Tanpa Berdebat dan
Tanpa Perlu Diingatkan .. ?

💕Anak2 anda tidak mau sholat .. ? atau mereka
sampai membuat anda capek saat mengingatkan
untuk sholat .. ?

Mari kita lihat bagaimana kita bisa merubah ini semua ~ biidznillah

“”Seorang sahabat
berkisah : “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi
padaku ”

“”Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD7
Sholat baginya adalah hal yg sangat berat ..
sampai2 suatu hari aku berkata kepadanya :
“Bangun .. !! Sholat .. !!”,
dan aku mengawasinya ..

“Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian
melemparkannya ke
lantai ..
Kemudian ia
mendatangiku ..
Aku bertanya kepadanya : “Apakah kamu sudah sholat .. ?”
Ia menjawab : “Sudah”

Kemudian aku Mencubitnya.
Aku tahu aku salah.
Tetapi kondisinya mmg
benar2 sulit ..

Aku menangis ..
Aku benar2 marah padanya, aku rendahkan dia
dan aku menakut2inya akan siksa Allah ..
Tapi .. ternyata semua kata2ku itu tidak ada manfaatnya ..

📋Suatu hari, seorang sahabatku bercerita suatu kisah
“”Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya, ketika datang waktu sholat, semua anak2nya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah

⏫Ia berkata :
Aku berkata padanya “Bagaimana anak2mu bisa sholat dg kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan .. ?

“Ia menjawab :
Demi Allah, aku hanya ingin
mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A
ini ..

dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdo’a dg DO’A tersebut.

✅Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dg do’a ini ..
Dalam sujudku ..
Saat sebelum salam ..
Ketika witir ..
Dan disetiap waktu2 mustajab ..

Demi Allah wahai saudara2ku ..
Anakku saat ini telah duduk dibangku SMA ..
Sejak aku memulai berdoa dg doa itu,

anakku lah
yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan
kami untuk sholat ..
Dan adik2nya,

Alhamdulillah .. mereka semua selalu menjaga sholatnya
Sampai2 .. saat ibuku berkunjung dan menginap
dirumah kami, ia tercengang

melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat

❇Aku tahu anda semua penasaran ingin
mengetahui doa apakah itu?
Yaaa .. doa ini ada di QS.Ibrahim : 40

رب اجعلني مقيم الصلاة ِﻭَﻣِﻦ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﺩُﻋَﺎﺀ )

Rabbij’alni muqimas salati wamin zurriyati rabbana wataqobbal du’a

“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan
sholat .. Ya Robb kami , perkenankanlah doaku”
(QS. Ibrahim : 40 )

♻Yaa .. Doa .. Doa .. dan Doa ..

Sebagaimana anda semua tahu bahwa doa
adalah senjata seorang mukmin

“Kirimkan tulisan ini agar lebih banyak orang yg mengambil manfaat ..

🕜”Semoga Allah merahmati orang yang bersedia men-share (tulisan ini), kemudian
menjadikannya pemberat bagi timbangan kebaikannya”

☑Baca selalu doa ini untuk anak2mu, biidznillah mereka akan selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan Allah Ta’ala .. Aamiin Allaahumma Aamiin

_jangan hanya dibaca sendiri, yuuu’ sebarkan dan rasakan manfaat kebaikan demi kebaikan_

Teka-Teki Hidup

Posted on Updated on

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah menciptakan tertawa dan …………… ??
2. Allah itu mematikan dan …………… ??
3. Allah itu menciptakan laki-laki dan …………… ??
4. Allah itu memberikan kekayaan dan ……………. ??

*Bagaimana jawabanya ?*

Gampang kan ?
Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk nomor 1, 2 dan 3 saja.
Sedang untuk jawaban Nomor 4, Ternyata mayoritas salah.

*KENAPA ???*

Sekarang mari kita bahas.
Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)
Tapi bagaimana dengan no.4 ?
Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?
Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

*Jawaban no 1*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ

“dan Dia-lah yang menjadikan orang *tertawa dan menangis.*”
(QS. An-Najm: 43)
👍👍👍

*Jawaban no 2*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ

“dan Dia-lah yang *mematikan dan menghidupkan.*”
(QS. An-Najm:44)
👍👍👍

*Jawaban no 3*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ

“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan *laki-laki dan perempuan*. ”
(QS. An-Najm:45)
👍👍👍

*Jawaban no 4*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ

“dan Dia-lah yang memberikan *kekayaan dan KECUKUPAN.*”
(QS. An-Najm:48)
✋✋✋

Ternyata jawaban yang no 4 kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya *BUKAN kemiskinan* seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang *menciptakan kemiskinan* adalah diri kita sendiri.

*Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang *pandai bersyukur* walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum😊BAHAGIA???
*Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.*

*Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal*.

Aamiin…

🍀☀💦🌵🌙🍀
Silakan dishare..
Semoga bermanfaat.

Motivasi Menghafal Al-Qur’an

Posted on Updated on

“Kita hafal banget Al Fatihah krn tak terhitung lagi brp kali kita mengulangnya. Sudahkah hafalanmu diulang sebanyak Al Fatihah?” #MotivasiMenghafal

“Kalau baru saja mengulang hafalan Al Quran beberapa kali, gak pantas mengeluh. Apalagi menyalahkan ‘ini ayatnya susah banget’.” #MotivasiMenghafal

“Katakan pada surat hafalanmu, ‘saya siap mengulangmu sebanyak seringnya saya mengulang Al Fatihah.” -UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Bercita-citalah memiliki hafalan Al Quran selancar kita melafalkan Al Fatihah.” -UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“‘janganlah mati kecuali dlm keadaan muslim’. Katakanlah, ‘Tdk ingin mati kecuali dlm keadaan menghafal Al Quran.” #MotivasiMenghafal

“Menghafal Al Quran itu harus INTENSIF dan SEPANJANG HIDUP.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Rasa jenuh bermula dari tak ada kesadaran iman & ibadah. Hati yg bersih takkan merasakan jenuh pada Al Quran.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Saat menghafal akan banyak cobaan. Seakan ditanya, ‘serius kamu ingin menghafal alQuran?’ Agar diketahui siapa yg SERIUS.” #MotivasiMenghafal

“DOA INTENSIF. ‘Jika hanya andalkan kemampuan diri, saya ini tdk mampu menghafal ya Allah. Maka saya tawakkal pada-Mu mohon pertolongan.” #MotivasiMenghafal

“Berdoa pula dengan TERUS MENERUS & dilakukan dengan cara² & di waktu² mustajab. Ini hajat besar, sangat perlu prtolongan Allah.” #MotivasiMenghafal

“Selain berdoa, kita pun harus SALING MENDOAKAN. Doakan saudara sesama penghafal Al Quran, krn ia akanbberbalik pada kita.” #MotivasiMenghafal

“Dengan menghafal Al Quran itu pun berarti kita hendak memuliakan kedua orang tua kita.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Sebelum saya menghafal, saya mulakan dg 100x shalawat. Agar saya menghafal Al Quran dlm keadaan dlimpahi rahmat Allah.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Saya jg memulakan menghafal dengan istighfar 100x. Jaminan untuk yg brtaubat adalah dilimpahi rizqi. Dan AlQuran itu rizqi terbesar.” #MotivasiMenghafal

“Bagaimana mengisi Bulan Ramadhan ini dengan keimanan adalah dengan terus meningkatkan interaksi kita dengan Al Quran.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Upayakan aktivitas kita dengan Al Quran menjadi aktivitas utama dlm sehari-hari.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Bagi yg telah merasakan nikmatnya bercinta dengan Al Quran, maka dia mengandaikan keseluruhan waktunya untuk Al Quran.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Waktu tepat untuk menghafal Al Quran adalah waktu ketika SIAP untuk menghafal & kita harus punya WAKTU yg DEFINITIF bagi Al Quran.” #MotivasiMenghafal

“Waktu yg definitif ini waktu yg DIKHUSUSKAN dan terjadwal untuk Al Quran. Dengan begitu kita akan sabar dlm mnghafal Al Quran.” #MotivasiMenghafal

“Kesabaran itu perlu dibangun, salah satu caranya adalah dengan memberikan waktu khusus untuk Al Quran. Hingga menjadi agenda harian.” #MotivasiMenghafal

“Kpn waktumu buat Al Quran? | sesempatnya. | maka tidak akan sempat². JADWALKAN & KOMITMEN memenuhinya: ini Kiat Sabar Menghafal #MotivasiMenghafal

“Tak ada niat baik yg diupayakan terus menerus, yg akan terus terkendalai, kecuali pada akhirnya Allah akan berikan KEMUDAHAN.” #MotivasiMenghafal

“Teruslah merayu diri dengan Al Quran.” Ustadz Abdul Aziz #MotivasiMenghafal

“Bagi orang beriman : semangat tak bermaksiat, jika berdosa segera bertaubat. Yg tak beriman: menyepelekan maksiat.” UstAbdAziz

“Ketika maksiat itu terus berulang tanpa diikuti taubat & perbaikan diri, maka yg terjadi adalah HILANGNYA selera bersama Al Quran.” #MotivasiMenghafal

“Jangan jadikan alasan tak ingin menghafal hanya krn ada kemungkinan berdosa & ketakutan hilang hafalan. Orang beriman semngatnya semngat tak bermaksiat.”

“Saat maksiat tak diikuti taubat, maka berdampak selera bersama Al Quran hilang, yg akan diikuti hilangnya hafalan alQuran.” #MotivasiMenghafal

“Seorang penghafal Al Quran MUTLAK membutuhkan GURU. Tapi jika belum ada jangan sampai menunda proses menghafal Al Quran.” #MotivasiMenghafal

“Sesungguhnya kebutuhan jiwa kita pada Al Quran melebihi kebutuhan raga kita pada makanan.” Ustadz Abdul Aziz #MotivasiMenghafal

Sekian kilasan taushiyah Ustadz Abdul Aziz Al Hafidz tentang #MotivasiMenghafal AlQuran. Yuk semangat meningkatkan keimanan dengan menjadi Shohibul Quran. 😊

ARE YOU READY FOR THE FUTURE ?

Posted on Updated on

Ada sebuah perusahaan bernama _Garmin._ Mereka memproduksi _GPS navigation system_ yang banyak dipasang di mobil mobil.
Dan pada saat itu angka penjualan mereka naik pesat selama bertahun tahun.
Tetapi ternyata tidak lama kemudian, bencana itu datang ……..
Dan ternyata dunia dibanjiri _smart phone._
Tiba tiba orang tidak membeli lagi Garmin GPS system buat mobil lagi.
Penjualan mereka pun turun drastis.
Bencana …….bencana …… bencana …….?

Bencana yang sama pernah
dialami *Kodak* pada saat orang tidak mencetak photo lagi,
dialami *Nokia* pada saat orang tidak menggunakan telphon untuk komunikasi dengan voice (suara) lagi,
dialami *Blackberry* pada saat orang tidak messaging menggunakan BBM lagi,
dialami *perusahaan-perusahaan minyak* pada saat kita menginginkan alat transportasi yang ramah lingkungan,
dialami *kantor kantor cabang bank* pada saat pelanggan tidak mau lagi ke cabang (dan lebih suka menggunakan ATM dan mobile banking),
dialami *bus-bus malam* pada saat pelanggan lebih suka naik pesawat dengan selisih harga yang sedikit ………
Contohnya sudah cukup banyak?

Karena memang *_perubahan itu sedang terjadi_ di mana mana, di semua bidang, di semua industri, di semua negara.*
_The world has changed. The world is changing. And the world will continue to change …._

Charles Darwin …… dalam penelitian di pulau Galapagos menemukan sesuatu yang menarik. Kesimpulan Darwin yang ini *”Bahwa makhluk yang paling sukses bukannya yang paling kuat, tetapi yang mampu bertahan dengan perubahan”*

Kalau kita sesuaikan dengan context jaman sekarang ternyata bukan manusia yang paling kuat yang paling sukses, bukan manusia yang paling cakep yang paling sukses, dan bahkan bukan yang paling pintar yang sukses (makanya juara juara 1 di sekolah kita dulu sering kali bukan menjadi yang paling sukses dalam kehidupan).

Ternyata _yang paling sukses adalah yang paling mampu bertahan menyesuaikan diri dengan perubahan._

Nah pada saat Kodak dan Nokia mobile phone tidak mampu bertahan, ternyata ceritanya *Garmin* lain banget.
Ternyata meskipun waktu itu mereka jaya dengan product product GPS, Garmin _sudah menyiapkan product-product dan inovasi di bidang lain_……. yaitu _gadget-gadget untuk alat kesehatan dan fitness._
Jadi ternyata pada saat angka penjualan GPS system turun, mereka langsung _ganti focus_ dan mengencangkan penjualan gadget untuk fitness and health.
Tidak lama kemudian angka penjualan pun meroket lagi. Wow!

Why?
_Because they are ready for the future!_
Karena mereka siap menghadapi masa depan.

Apakah Nokia mobile phone ready? No, they are not.
Apakah Blackberry ready? No.
Apakah bus bus malam ready? No.
Apakah perusahaan perusahaan minyak ready? No.
Padahal perusahaan perusahaan itu mungkin dulu lebih jaya dan lebih kaya daripada Garmin.
Tetapi *mereka _tidak ready._ Dan mereka _tidak mampu beradaptasi dengan perubahan!_*

By the way, ini bukan hanya berlaku pada perusahaan, ternyata ini juga _berlaku pada diri kita dan karier kita._
Dan juga untuk _karier anak anak kita kelak_ nanti.

Sebaik apapun profesi yang kita tekuni, bidang yang kita jalani, dan industri di mana kita bekerja tetap saja ada resiko yang mengancam karier kita.
_Tidak ada yang pasti dalam karier kita._

So please, jangan pernah complaint kepada perusahaan atau kepada atasan kita dengan mengatakan _”Saya merasa tidak ada kepastian dengan karier saya di perusahaan ini”._

Kehidupan kita ini tidak akan pernah ada kepastian! Kalau anda bagus anda akan maju, kalau tidak ya anda tidak akan pernah dipromosi. It is easy as that. Jangan mengharapkan kepastian.

Belasan tahun lalu banyak teman mendaftar ke Teknik Sipil dan berharap bahwa mereka akan menjadi Insinyur Pembangunan, pada saat lulus ternyata ada krisis moneter dan pembangunannya di rem.
Kebingungan mereka.
Beberapa tahun lalu anak anaknya teman teman pada mendaftar jurusan perminyakan, karena bapaknya pada kaya kerja di perusahaan minyak. Sekarang mereka lulus, dan ternyata tidak ada perusahaan minyak yang merekrut. Boro-boro merekrut, karyawan yang ada saja di PHK.

Sekarang lulusan perminyakan banyak yang mendaftar jadi agen penjualan asuransi _(which is great, berarti mereka punya plan B)._

Yang sekarang jadi teller, harus siap siap bahwa jumlah teller yang dibutuhkan akan turun (karena banyak yang lebih suka ke ATM atau via Mobile Banking).

Yang saat ini sedang kuliah kedokteran siap siaplah bahwa mungkin pendapatan dokter di masa depan akan tidak sebanyak masa lalu.

Always always ……. _siap-siap dan pelajari trend dan bersiap untuk masa depan dengan mempelajari hal baru dan menambah differentiator anda_.

Jadi apa dong yang kita bisa lakukan untuk mempersiapkan masa depan kita ?
_What can we do to prepare for the future …._

*1. CONTINUE TO PERFORM AT WHAT WE DO*
_Tetap fokus pada apa yang anda lakukan and always perform and contribute at the maximum level._

*2. READ, WATCH, OBSERVE, LEARN*
_Selalu mengamati apa yang terjadi di dunia luar sana. Lihat TV, dengerin Radio, browse Internet, baca buku, koran dan majalah._

*3. UNDERSTAND THE CHANGE THAT IS HAPPENING*
_Perhatikan pattern perubahan yang sedang terjadi._
Apa yang sedang berubah pada…
– pola pikir manusia
– perilaku konsumen
– bisnis
– regulasi
– politik
– trend demographic
– trend urbanisasi
– trend digital

*4. LEARN SOMETHING NEW, INCREASE OUR DIFFERENTIATORS*
Kita sudah punya beberapa differentiator yang mengantarkan ke karier kita sekarang._
_Pelajari competency baru, skills baru, dapatkan knowledge baru, sertifikasi profesi yang baru, pelajari bahasa asing lain._ Semuanya akan menambah differentiator kita untuk menambah kesiapan di masa depan.

*5. BE HUMBLE, KEEP AN OPEN MIND AND ALWAYS WANT TO LEARN*
Terakhir .. kita harus mengerti … we don’t know what we don’t know.
_Lets be humble and open mind._

Mari kita belajar, dari siapa saja…
– dari boss kita
– dari customer kita
– dari peer kita
– dari supplier kita
– dari anak buah kita
– dari pegawai yang baru join di perusahaan kita.
Kadang-kadang anak baru yang masih muda ternyata membawa perspektif baru dan membuat *kita belajar dari sudut yang lain.*
_*Let’s be humble and keep an open mind…*

TETAP SEMANGAT ….TOP PERFORMER NO LIMIT…

See You all at the top !

Selamat ber week end..

Renungan

Posted on Updated on

🌸Renungan 🌸

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

“Wahai Syaikh..!” ujar seorang pemuda,,
“Manakah yang
lebih baik, seorang muslim yang banyak ibadahnya tetapi akhlaqnya buruk ataukah seorang yang tak beribadah tapi amat baik perangainya pada sesama.”

“Subhaanallah, keduanya baik”, ujar sang Syaikh sambil tersenyum.

“Mengapa bisa begitu?”

“Karena orang yang tekun beribadah itu boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk berakhlaq mulia bersebab ibadahnya. Dan karena orang yang baik perilakunya itu boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk semakin taat kepadaNya.”

“Jadi siapa yang lebih buruk?”, desak si pemuda.

Airmata mengalir di pipi sang Syaikh. “Kita Anakku”, ujar beliau. “Kitalah yang layak disebut buruk sebab kita gemar sekali menghabiskan waktu untuk menilai orang lain dan melupakan diri kita sendiri.” Beliau terisak-isak. “Padahal kita akan dihadapkan pada Allah dan ditanyai tentang diri kita, bukan tentang orang lain.”

📚(Sebuah Nasihat dari ustadz Salim A Fillah)

Renungan: TAK SEMUANYA UNTUKMU

Posted on Updated on

Hari ini ada kejadian luar biasa. Saya bisa duduk di kereta yang saya naiki dari Bogor.

Yang luar biasa bukan saya. Yang luar biasa adalah keretanya. Di luar kebiasaan agak telat datang dari dipo. Di luar kebiasaan pintunya berhenti tepat di depan saya berdiri.

Tapi entah mengapa, karena luar biasa, jadi ada rasa aneh yang tidak biasa.

Kenapa saya bisa duduk? Biasanya tidak. Pasti ada skenario Allah yang indah.

Pertanyaan tersebut terus hadir diiringi keyakinan akan ada sesuatu namun tak tahu itu apa.

Lalu jawabannya hadir pada satu stasiun setelah Bogor.

Jawabannya ada pada seorang ibu dan anak yang naik di stasiun Cilebut dan tidak mengarah ke bangku prioritas. Dia mengarah ke diriku dengan pandangan yang seakan berkata “ini jawaban atas pertanyaanmu”.

Ya, Allah lah yang membuat aku duduk untuk kemudian membagi rezeki tersebut kepada ibu dan anaknya.

Tak semuanya untukmu..

Apa yang ada pada dirimu, apa yang kau rasakan, apa yang kau miliki memang sepenuhnya bukan milikmu..

Ketika kau memiliki pekerjaan yang lebih baik dibandingkan rekanmu yang lain, artinya ada tuntutan prestasi yang harus kau berikan dibanding rekanmu yang lain.

Ketika jabatanmu lebih baik dibandingkan yang lain, artinya ada kontribusi yang harus kau lakukan dibanding rekanmu yang lain.

Ketika begitu banyak harta dan kesenangan yang Allah titipkan kepadamu, artinya ada bagian yang banyak juga untuk para anak yatim dan fakir miskin.

Ketika gelar akademikmu lebih banyak dibandingkan yang lain, artinya ada ilmu yang harus kau bagi kepada yang lain agar ilmu tetap hidup dan bermanfaat.

Dan ketika buah hatimu lebih banyak dibanding yang lain, artinya lebih banyak waktu yang harus kau beri untuk menyayangi dan mendidik mereka

Tak semuanya untukmu..

Bahkan ketiadaan yang ada padamu pun tak semuanya untukmu..

Ketika jabatanmu belum setinggi yang lain, artinya ada rizki orang lain yang lebih sesuai dan dibutuhkan melalui jabatan tersebut.

Ketika kau menaiki kendaraan umum karena Allah belum titipkan kendaraan pribadi untukmu, artinya ada rizkimu yang menjadi bagian rizki supir angkot, tukang ojek atau tukang becak.

Ketika rizkimu tak begitu cukup untuk makan di restoran mewah, artinya ada rizkimu yang menjadi bagian para pemilik warteg dan pedagang kaki lima yang sangat berharap dengan kedatanganmu diwarungnya.

Ketika kau tak bisa belanja bulanan di supermarket yang lengkap karena rizkimu tidak bulanan, artinya ada pedagang kelontong sekitarmu yang mengharapkan sebagian dari rizki harian yang kau dapatkan.

Ketika buah hati tiada hadir bertahun-tahun, artinya ada rizki, perhatian dan kasih sayang yang menjadi bagian saudara2mu atau mungkin anak2 jalanan yang sedang kau bina.

Tak semuanya untukmu..

Karena pada hakikatnya semua itu adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan. Dari mana kau dapatkan dan untuk apa kau habiskan..

Mari menjalani Hari ini dg rasa syukur

Sumber: Sosmed

HUKUMAN YANG TIDAK TERASA

Posted on Updated on

Seorang murid mengadu kepada gurunya:
“Ustadz, betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita”.

Sang Guru menjawab dengan tenang:
“Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak terasa”.

“Sesungguhnya salah satu hukuman Allah yang terbesar yang bisa menimpamu wahai anakku, ialah: Sedikitnya taufiq (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal amal kebaikan”

Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar dari *”kekerasan hatinya dan kematian hatinya”*.

Sebagai contoh:
Sadarkah engkau, bahwa Allah telah *mencabut darimu rasa bahagia dan senang* dengan munajat kepadaNya, merendahkan diri kepadaNya, menyungkurkan diri di harapannya..?

Sadarkah engkau *tidak diberikan rasa khusyu’* dalam shalat..?

Sadarkah engkau, bahwa beberapa hari2 mu telah berlalu dari hidupmu, tanpa membaca Al-Qur’an, padahal engkau mengetahui firman Allah:
“Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini ke gunung, niscaya engkau melihatnya tunduk, retak, karena takut kepada Allah”.

Tapi engkau tidak tersentuh dengan Ayat Ayat Al-Qur’an, seakan engkau tidak mendengarnya…

Sadarkah engkau, telah berlalu beberapa malam yang panjang sedang engkau tidak melakukan Qiyamullail di hadapan Allah, walaupun terkadang engkau begadang…

Sadarkah engkau, bahwa telah berlalu atasmu musim musim kebaikan seperti: Ramadhan.. Enam hari di bulan Syawwal.. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dst.. tapi engkau belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya..??

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari itu..???
Tidakkah engkau merasakan beratnya mengamalkan banyak ketaatan (amal ibadah)..???

Tidakkah Allah menahan lidahmu untuk berdzikir, beristighfar dan berdo’a kepadanya..???

Tidakkah terkadang engkau merasakan bahwa engkau lemah di hadapan hawa nafsu..???

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari semua ini..???

Sadarkah engkau, yang mudah bagimu berghibah, mengadu domba, berdusta, memandang ke yang haram..???

Sadarkah engkau, bahwa Allah membuatmu lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesarmu dan ilmu tertinggi..???

Semua bentuk pembiaran ini dengan berbagai bentuknya ini, hanyalah beberapa bentuk hukuman Allah kepadamu, sedang engkau menyadarinya, atau tidak menyadarinya…

Karena hukuman yang paling ringan* dari Allah terhadap hambaNya ialah:
“Hukuman yang terasa” pada harta, atau anak, atau kesehatan.

Sesungguhnya *hukuman terberat* ialah: “Hukuman yang tidak terasa” pada kematian hati, lalu ia tidak merasakan nikmatnya ketaatan, dan tidak merasakan sakitnya dosa.

Karena itu *Perbanyaklah di sela sela harimu, amalan taubat dan istighfar, semoga Allah menghidupkan hatimu…*

(Diterjemahkan dari Taushiyah Syaikh Abdullah Al-‘Aidan di Masjidil Haram)